Syariat Islam dan Tantangan Kehidupan Masa Kini

Tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia membuat artikel Ilmiah
Oleh: Luqman Azkiya Athaillah (Kelas 8 Umar)
Berkaca lebih dari seabad sejak dibubarkannya Khilafah Utsmaniyah pada tahun 1924, kenyataannya belum ditemukan sistem yang sempurna untuk memakmurkan dunia ini. Sistem komunisme telah mati sejak 1989, bersamaan dengan munculnya Perestroika dan Glasnost yang digagas Michael Gorbachev. Kapitalisme juga sudah berada pada akhir masa hidupnya sejak krisis global The Great Depression tahun 1930, dan krisis ekonomi sekarang yang tengah melanda negara-negara berindustri maju seperti Amerika Serikat, Eropa Barat, Jepang, dan lain-lain.
Artikel ini akan mengulas mengenai syariat Islam bagi dunia saat ini.
Disarikan dari buku Syariat Islam Ditantang Zaman karya Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, Maalim Fi Ath-Thariq karya Sayyid Qutb, Beyond The Inspiration karya Felix Siauw, dan Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim karya Salim A. Fillah.
Makna syariat di sini adalah seluruh hukum Islam dalam penerapan hukum maupun undang-undang.
Telah maklum bagi kita bahwa komunisme telah mati sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991. Namun, masih banyak yang beranggapan bahwa keruntuhan mereka hanya disebabkan oleh kebijakan agrikultur dan luar negeri yang keliru. Padahal, jika kita telaah kembali, itu semua hanyalah gejala dari penyakit yang lebih besar. Penyakitnya adalah penyangkalan terhadap nilai-nilai ketuhanan, yang pada akhirnya akan berujung pada penolakan fitrah-fitrah kemanusiaan.
Menurut Al-Ustadz Sayyid Qutb rahimahullah dalam kitabnya Maalim Fi Ath-Thariq, paham Marxisme (komunisme) bertentangan dengan sifat alamiah watak dan kebutuhan-kebutuhan fitrah manusia.
Mengapa dikatakan bertentangan dengan fitrah manusia? Karena paham ateis mereka dan pengingkaran mereka sama sekali terhadap Allah. Selain itu juga, karena mereka menafikan kebutuhan spiritual manusia, bahkan meniadakannya.
Disebabkan oleh itu, paham komunis ini tidak akan bertahan lama. Paham ini hanya akan bertahan pada situasi chaos, atau dalam situasi yang mendukung paham diktatorial dalam jangka waktu yang lama. Selain itu juga, paham ini akan membuat jiwa yang sudah pengecut menjadi makin pengecut.
Terbukti dengan sebagian kecil pasukan Soviet yang melakukan desersi. Pada Perang Dunia Kedua, yang dikisahkan oleh Ustadz Salim A. Fillah dalam bukunya, Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim.
Namun kita tidak boleh lupa bahwa lawan dari komunisme, yaitu kapitalisme, juga memiliki borok yang parah. Kapitalisme yang dibawa oleh Amerika Serikat kenyataannya juga terlalu menginginkan pencapaian fisik/material, sebagaimana yang dikatakan Sayyid Qutb dalam Maalim Fi Ath-Thariq.
Dalam bidang ekonomi, kapitalisme telah menyebabkan 80% dari kekayaan dunia beserta energinya dikuasai dan dinikmati oleh hanya 20% penduduk dunia. Padahal, 20% dari penduduk termiskin dunia hanya menikmati 1% pendapatan. Karena sistem ini juga, negara kita terjerat oleh utang-utang yang belum terbayar.
Berdasarkan data yang saya dapat dari buku Beyond The Inspiration karya Ustadz Felix Siauw, kapitalisme juga memberikan dampak lain bagi negeri ini. Berdasarkan data dari Kementerian ESDM 2008, 90% dari produksi minyak kita dikuasai asing. Perusahaan asing yang menguasai minyak kita adalah: Total (30%), ExxonMobil (17%), Vico (BP-Eni joint venture, 11%), ConocoPhillips (11%), BP (6%), dan Chevron (4%).
Dalam bidang sosial, konsumerisme dan hedonisme telah menyebabkan ketimpangan sosial-ekonomi yang sangat besar.
Untuk dunia kosmetik, es krim, parfum, pet food, rokok, hiburan, alkohol, narkoba, dan militer, Eropa dan Amerika menghabiskan 1.418 miliar setiap tahunnya. Padahal, negara-negara tertinggal hanya memerlukan 40 miliar setiap tahunnya untuk menyekolahkan anak-anak, sanitasi, dan kesehatan reproduksi serta nutrisi.
1 Dinar = 57.000 Rupiah
15 Dinar = 57.000 × 15
Sementara Islam, selama lebih dari 13 abad telah menorehkan berbagai catatan emas dalam sejarah dunia. Selama lebih dari 13 abad syariat Islam diterapkan, Islam mampu meletakkan dasar-dasar ilmu sains, menjadi negara dengan tingkat kriminalitas yang paling minim, dengan perekonomian yang mampu menjamin semua warga negaranya, inflasi 0%, dan segala pencapaian kesejahteraan lainnya.
Pada masa keemasan Islam inilah, muncul ilmuwan-ilmuwan besar seperti Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan Imam Hanafi. Di zaman itu juga, dunia mengenal ilmuwan-ilmuwan besar seperti Al-Khawarizmi, Jabir Ibnu Hayyan, Ibnu Khaldun, Al-Haitsam, Ibnu Sina, Ibnu Batuta, dan lainnya.
Dalam pandangan Islam, penerapan syariat adalah wajib, karena Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 44. Yang artinya:
“Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.”
Menurut Al-Ustadz Sayyid Qutb dalam Maalim Fi Ath-Thariq, ayat ini menunjukkan bahwa belum dapat disebut masyarakat Islam suatu masyarakat, jika mereka belum rela dan ingin untuk berhukum dengan hukum dari Allah SWT.
Syariat Islam juga bersifat fleksibel dan humanis, sekaligus tegas. Dibuktikan dengan perbuatan Khalifah Umar bin Khaththab yang menunda hukuman potong tangan bagi pencuri. Ini disebabkan keadaan saat itu sedang paceklik, sehingga bahan-bahan makanan menjadi susah didapat.
Berdasarkan data-data di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak ada sistem di dunia ini yang lebih baik daripada sistem Islam. Oleh karena itu, tidak ada jalan keluar bagi dunia ini dari krisisnya kecuali kembali kepada Islam dan syariatnya.
Terima kasih sudah membaca artikel ini, mohon maaf apabila ada salah.
Ulasan terhadap tulisan artikel ilmiah Karya ananda Luqman Azkiya Atthaillah
Oleh : Ustad Yuyus Saepul Rohmat,S.Pd. (Guru Bahasa Indonesia SMPIT As Syifa)
Tulisan ananda menunjukan sebuah keberanian berpikir dan ketertarikan yang kuat terhadap persoalan agama, sejarah dan ekonomi. Untuk usia ananda yang sangat muda, tema yang ananda pilih cukup berat dan menarik perhatian, serta memberikan ruang untuk diskusi ilmiah. Namun, beberapa data dan pernyataan masih perlu diverifikasi kebenaran dan sumbernya. Ananda coba bedakan antara fakta, pendapat dan keyakinan. Hindari kesimpulan yang terlalu mutlak dan berikan ruang bagi adanya pandangan yang berbeda. Teruslah belajar membaca dan menyusun argumen berdasarkan sumber terpercaya dan kredibel, bukan hanya sekadar pendapat perorangan yang masih bisa didiskusikan. Teruslah membaca dan velajar menyusun argumen yang berdasarkan sumber terpercaya, tetap pertahankan semangat ananda.
SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak – Sekolah Calon Pemimpin yang Berakhlak, Hafiz dan Berprestasi
🌐 Website Pendaftaran Murid Baru:
https://pmb.assyifa.info/?




Saat ini belum ada komentar