Beranda » Blog » Ketika Anak Mulai Beranjak Remaja: Apa yang Perlu Dilakukan Orang Tua?

Ketika Anak Mulai Beranjak Remaja: Apa yang Perlu Dilakukan Orang Tua?

Oleh: Syaiful Anwar 

Masa remaja adalah fase penting dalam kehidupan seorang anak. Pada masa ini, anak mulai mengalami banyak perubahan, baik secara fisik, emosi, cara berpikir, maupun dalam hubungan sosialnya.

Anak yang dahulu begitu dekat dengan orang tua perlahan mulai memiliki dunia sendiri. Ia mulai ingin menentukan pilihan, memiliki pendapat sendiri, lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman, dan terkadang menjadi lebih sulit menerima nasihat.

Bagi sebagian orang tua, perubahan ini mungkin terasa mengkhawatirkan.

Namun, remaja bukanlah anak yang harus terus dikendalikan, melainkan anak yang perlu diarahkan untuk belajar bertanggung jawab.

Jangan Hanya Mengawasi, tetapi Dampingi

Ketika anak mulai remaja, orang tua terkadang semakin banyak memberikan larangan:

“Jangan berteman dengan dia.”

“Jangan main HP terus.”

“Jangan pulang terlalu sore.”

“Jangan melakukan itu.”

Aturan tentu tetap diperlukan. Namun, semakin besar usia anak, pendekatan pendidikan juga perlu berubah.

Anak remaja membutuhkan orang tua yang tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga tempat bercerita dan berdiskusi.

Dengarkan ketika mereka berbicara. Jangan langsung menghakimi ketika mereka melakukan kesalahan. Berikan kesempatan kepada mereka untuk menjelaskan apa yang mereka rasakan dan pikirkan.

Sebab terkadang, anak tidak membutuhkan ceramah panjang. Mereka hanya membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan.

 

Tanamkan Iman sebagai Benteng Diri

Orang tua tidak mungkin mengawasi anak selama 24 jam.

Ada saatnya anak berada di sekolah, bersama teman, atau menggunakan internet tanpa didampingi orang tua.

Karena itu, pendidikan yang paling penting adalah membangun kesadaran dari dalam diri anak.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”
(QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini mengingatkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan membimbing keluarganya.

Ajarkan kepada anak bahwa Allah selalu melihatnya.

Ketika tidak ada guru yang mengawasi, Allah tetap melihat.

Ketika orang tua tidak mengetahui apa yang dilakukan di internet, Allah tetap mengetahui.

Ketika ada kesempatan untuk berbuat curang, Allah tetap menyaksikan.

 

Iman inilah yang diharapkan menjadi benteng ketika pengawasan manusia tidak ada.

Jadilah Teladan, Bukan Sekadar Pemberi Nasihat

Remaja sangat peka terhadap ketidaksesuaian antara perkataan dan perbuatan.

Kita meminta mereka menjaga shalat, tetapi mereka melihat orang tua menunda-nunda shalat.

Kita meminta mereka mengurangi penggunaan gawai, tetapi orang tua sendiri tidak pernah lepas dari ponsel.

Kita meminta mereka berbicara sopan, tetapi mereka sering mendengar perkataan kasar di rumah.

Karena itu, pendidikan terbaik tetaplah keteladanan.

Rasulullah ﷺ adalah contoh terbaik dalam hal ini. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi kalian.”
(QS. Al-Ahzab: 21)

Anak mungkin lupa nasihat yang kita sampaikan, tetapi mereka akan lebih mudah mengingat apa yang mereka lihat dari orang tuanya.

 

Berikan Kepercayaan, tetapi Tetap dengan Batasan

Remaja membutuhkan kepercayaan agar belajar bertanggung jawab.

Namun, memberikan kepercayaan bukan berarti membiarkan anak melakukan apa saja.

Orang tua tetap perlu menetapkan batasan yang jelas tentang pergaulan, penggunaan teknologi, ibadah, belajar, dan berbagai tanggung jawab lainnya.

Bedanya, aturan tersebut disampaikan dengan komunikasi dan alasan yang dapat dipahami, bukan hanya dengan kemarahan.

Misalnya, daripada hanya berkata:

“Jangan main HP!”

lebih baik jelaskan:

“Kita atur waktu penggunaan HP supaya kamu tetap punya waktu untuk belajar, beribadah, beristirahat, dan bersama keluarga.”

Dengan begitu, anak tidak hanya belajar mematuhi aturan, tetapi juga belajar memahami alasan di balik aturan tersebut.

 

Pilih Teman dan Lingkungan yang Baik

Pada masa remaja, pengaruh teman menjadi semakin kuat.

Karena itu, orang tua perlu mengenal lingkungan pergaulan anak tanpa membuatnya merasa terus dicurigai.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seseorang berada di atas agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang menjadi teman dekatnya.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadits ini menunjukkan pentingnya memilih lingkungan dan teman yang baik.

Ajak anak berdiskusi tentang bagaimana memilih teman, bagaimana menghadapi tekanan dari lingkungan, dan bagaimana tetap memiliki prinsip meskipun berbeda dengan teman-temannya.

 

Kisah Hikmah: Nasihat Luqman kepada Anaknya

Al-Qur’an memberikan teladan yang sangat indah melalui kisah Luqman ketika menasihati anaknya.

Luqman tidak sekadar memberikan perintah. Ia memanggil anaknya dengan penuh kasih:

يَا بُنَيَّ

“Wahai anakku…”

Nasihatnya dimulai dari tauhid, kemudian dilanjutkan dengan shalat, amar makruf nahi mungkar, kesabaran, dan akhlak.

Luqman juga mengajarkan anaknya agar tidak sombong dan menjaga cara berbicara.

Kisah ini memberikan pelajaran penting bagi orang tua:

Mendidik anak membutuhkan ilmu, kasih sayang, kesabaran, dan komunikasi.

Bukan hanya mengatakan apa yang boleh dan tidak boleh, tetapi juga membantu anak memahami mengapa sesuatu itu baik atau buruk.

Jangan Takut Ketika Anak Mulai Berubah

Melihat anak yang mulai beranjak remaja memang terkadang membuat orang tua khawatir.

Namun, jangan melihat perubahan itu semata-mata sebagai masalah.

Anak yang mulai memiliki pendapat sendiri sedang belajar berpikir.

Anak yang mulai ingin mandiri sedang belajar bertanggung jawab.

Anak yang mulai mempertanyakan sesuatu sedang belajar memahami kehidupan.

Tugas orang tua bukan mematikan proses tersebut, tetapi membimbingnya agar tetap berada di jalan yang benar.

Jangan sampai ketika anak membutuhkan tempat untuk bertanya, ia justru mencari jawaban dari internet atau orang lain karena merasa tidak nyaman berbicara dengan orang tuanya.

Jadikan rumah sebagai tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan jawaban, nasihat, kasih sayang, dan perlindungan.

 

Penutup

Masa remaja bukanlah masa untuk menjauhkan anak dari orang tua.

Justru inilah saatnya orang tua membangun hubungan yang lebih dewasa dengan anak.

Kurangi memerintah, perbanyak berdialog.

Kurangi menghakimi, perbanyak memahami.

Kurangi mencurigai, perbanyak membimbing.

Dan yang paling penting, jangan pernah berhenti mendoakan mereka.

Sebab kita tidak selamanya dapat berjalan di samping anak. Akan tiba waktunya mereka mengambil keputusan sendiri.

Maka, bekal terbaik yang dapat kita berikan bukanlah pengawasan selama 24 jam, melainkan iman yang kuat, ilmu yang cukup, akhlak yang mulia, dan hati yang selalu merasa diawasi Allah SWT.

Semoga Allah menjadikan anak-anak kita generasi yang kuat imannya, baik akhlaknya, cerdas pikirannya, dan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai seorang Muslim.

Wallahu a’lam bish-shawab.

anak remaja

 

SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak – Sekolah Calon Pemimpin yang Berakhlak, Hafiz dan Berprestasi
🌐 Website Pendaftaran Murid Baru:
https://pmb.assyifa.info/?

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

twenty − 16 =

Berita Lainnya

  • LDKM 2025: Mencetak Pemimpin Muda Berakhlak Mulia dan Berprestasi

    LDKM 2025: Mencetak Pemimpin Muda Berakhlak Mulia dan Berprestasi

    • Kamis, 20 November 2025

    Tema: Membentuk Role Model Pemimpin yang Berakhlak Mulia, Hafidz, dan Berprestasi Pelaksanaan: Rabu–Kamis, 29–30 Oktober 2025 Tempat: Camping Ground T8 As-Syifa Jalancagak Peserta: 47 siswa kelas 7 dan 8 yang lolos seleksi calon pengurus BEM dan MPM Tujuan Kegiatan Membentuk kemampuan public speaking, teamwork, problem solving, dan influencing. Menanamkan integritas melalui akhlak mulia yang konsisten. […]

    Selengkapnya »
  • Selamat mengemban amanah sebagai Presiden BEM SMPIT Assyifa Boarding School.

    Selamat mengemban amanah sebagai Presiden BEM SMPIT Assyifa Boarding School.

    • Rabu, 14 Oktober 2026

    🌟 Barakallahu fiik, Presiden BEM Terpilih! 🌟 Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkahmu, menguatkan tekadmu, dan menjadikanmu pemimpin yang amanah, berakhlak mulia, serta menginspirasi dalam kebaikan. Ingatlah, pemimpin bukan sekadar tentang jabatan, tetapi tentang keteladanan dan pengabdian. Selamat berjuang! Jadilah pemimpin yang membawa keberkahan dan perubahan menuju kebaikan.

    Selengkapnya »
  • Kakakku, Inspirasiku

    Kakakku, Inspirasiku

    • Kamis, 6 November 2025

      Aku tidak punya kakak kandung, namun aku punya sesosok kakak sepupu yang selalu menjadi inspirasiku setiap waktu. Dia selalu memberikanku cara supaya bisa seperti dia. Dia bisa dibilang sebagai orang yang sukses dalam kepintaran maupun kepribadian.   Perkenalkan, namanya Audrey Kirana Anjani. Sesosok Perempuan yang merupakan anak tunggal dari keluarganya. Menjadi anak tunggal di […]

    Selengkapnya »
  • Al-Qur’an sebagai Fondasi Membangun Cendekiawan Muslim untuk Peradaban

    Al-Qur’an sebagai Fondasi Membangun Cendekiawan Muslim untuk Peradaban

    • Selasa, 16 Juni 2026

    Sejak diturunkannya wahyu pertama, Islam telah menempatkan ilmu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Perintah “Iqra’” (Bacalah) yang terdapat dalam Al-Qur’an menjadi bukti bahwa Islam mendorong umatnya untuk terus belajar, berpikir, dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, mempelajari Al-Qur’an bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga menjadi landasan dalam membentuk […]

    Selengkapnya »
  • Prestasi Membanggakan Para Juara dalam Kompetisi Sains dan Akademik Tingkat Nasional 2025

    Prestasi Membanggakan Para Juara dalam Kompetisi Sains dan Akademik Tingkat Nasional 2025

    • Selasa, 9 September 2025

    SMP IT Assyifa Jalancagak1 kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui capaian gemilang para muridnya di berbagai ajang kompetisi akademik tingkat nasional. Pada tahun 2025 ini, tiga siswa berhasil meraih medali dan penghargaan bergengsi dalam bidang sains maupun bahasa. 🌟 Ghaisan Adellardsyah Pranowo Ghaisan sukses meraih empat medali dalam ajang Indonesia Advance Sciences Competition (IASN) 2025 Tingkat […]

    Selengkapnya »
  • Bukan Sekedar Tempat Buku, Ini Makna Hari Kunjung Perpustakaan

    Bukan Sekedar Tempat Buku, Ini Makna Hari Kunjung Perpustakaan

    • Senin, 14 September 2026

    Setiap tanggal 14 September, Indonesia memperingati Hari Kunjung Perpustakaan. Peringatan ini menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pentingnya perpustakaan sebagai ruang belajar, pusat pengetahuan, sekaligus sarana untuk menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat. Bagi SMPIT As-Syifa Boarding School, semangat Hari Kunjung Perpustakaan memiliki makna yang dekat dengan upaya membangun budaya literasi di lingkungan sekolah. Membaca bukan […]

    Selengkapnya »