Beranda » Blog » “Unta, Si Kapal Perang di Padang Pasir”

“Unta, Si Kapal Perang di Padang Pasir”

Tugas Bahasa Indonesia Membuat Artikel Ilmiah

Oleh : Muhammad Daris Chalim Kelas 8 Umar

 

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?” Q.S. Al-Ghasyiyah: 17

Tau nggak kenapa Allah menyuruh kita memperhatikan unta di gurun? Soalnya, unta itu ibarat “sahabat perjalanan” yang Allah ciptakan untuk menghadapi lingkungan yang sangat berat, yaitu padang pasir. Panas menyengat, badai pasir, dan sulit menemukan air dalam waktu yang lama. Kalau kondisi seperti itu terjadi pada manusia, mungkin sudah ingin mencari tempat berteduh.

Buat unta? Ya jalan aja sambil membawa beban berat.

Gimana ceritanya? Ini 5 “keistimewaan” yang ada di tubuhnya:

1. Kemampuan Menghemat Cairan

Ketika lama nggak minum, tubuh manusia bisa cepat mengalami kekurangan cairan. Unta? Ia memiliki kemampuan luar biasa untuk bertahan dalam kondisi kering.

Salah satu keistimewaannya ada pada hidungnya. Struktur di dalam hidung unta membantu mengatur kembali kelembapan dari udara yang keluar saat bernapas. Jadi, tubuhnya punya cara yang sangat efisien untuk menghemat cairan.

2. Punuk sebagai Gudang Cadangan Energi

Banyak yang mengira punuk isinya air. Padahal, punuk unta menyimpan lemak sebagai cadangan energi.

Ketika makanan sulit ditemukan, cadangan tersebut dapat dimanfaatkan oleh tubuh sebagai sumber energi. Inilah salah satu kemampuan yang membuat unta mampu bertahan menghadapi perjalanan panjang di lingkungan yang keras.

Ini mengajarkan kita untuk menyiapkan bekal sebelum perjalanan dimulai.

3. Perlindungan Alami dari Badai Pasir

Unta juga memiliki berbagai bagian tubuh yang membantunya menghadapi kondisi padang pasir.

Matanya memiliki bulu mata yang membantu melindungi dari pasir. Hidungnya juga dapat menyempit sehingga membantu mengurangi masuknya pasir ketika badai datang. Bulunya membantu melindungi tubuh dari kondisi lingkungan yang ekstrem.

Telapak kakinya lebar dan memiliki struktur khusus yang membuatnya mampu berjalan di atas pasir dengan lebih stabil.

Komplet banget.

4. Kemampuan Mengolah Berbagai Jenis Makanan

Di lingkungan yang sulit, nggak selalu ada banyak pilihan makanan. Unta memiliki bibir dan mulut yang kuat sehingga mampu memakan berbagai jenis tumbuhan yang keras dan berduri.

Duri? Bisa.
Ranting kering? Bisa.

Sistem pencernaannya juga sangat mendukung kemampuannya memanfaatkan makanan yang tersedia di lingkungan yang keras dan minim sumber makanan.

5. Darah yang Membantu Bertahan dalam Kondisi Kering

Unta memiliki sel darah merah dengan bentuk yang berbeda dari manusia. Bentuk tersebut membantu sel darahnya tetap berfungsi ketika tubuh mengalami perubahan kadar cairan akibat kondisi lingkungan yang sangat kering.

Inilah salah satu keistimewaan yang membuat unta mampu bertahan dalam kondisi yang mungkin sangat berat bagi banyak makhluk lain.

Jadi, Pelajarannya Apa?

Allah nggak main-main saat menciptakan unta. Ia dibekali berbagai kemampuan untuk menghadapi lingkungan yang keras. Kuat, mampu menghemat energi dan cairan, serta memiliki perlindungan alami untuk bertahan di padang pasir.

Unta mengajarkan kita 3 hal. Yaitu:

1. Siapkan bekal.
Seperti punuk, kita juga perlu memiliki bekal dalam menjalani kehidupan. Iman, ilmu, dan amal.

2. Jaga diri.
Lindungi diri dari “badai kehidupan”: fitnah, maksiat, dan putus asa.

3. Tetap melangkah walau perjalanan terasa berat.
Karena setiap orang telah dibekali Allah dengan kemampuan untuk menghadapi ujian dan menjalani kehidupannya.

Lihat unta, ia adalah pelajaran sekaligus pertanyaan dari Allah. Jika ia dibekali kemampuan untuk bertahan di tengah kerasnya padang pasir, mengapa kita tidak menyiapkan iman di dalam dada untuk menghadapi kerasnya kehidupan?

 

Referensi: Pustaka Sains Populer Islami— Harun Yahya

 

Ulasan  Oleh : Ustadz Yuyus Saepul Rohmat (Guru Bahasa Indonesia SMPIT As Syifa)

Tulisan ini menarik karena menjelaskan keistimewaan unta dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Dari berbagai kemampuan unta dalam bertahan hidup di padang pasir, kita dapat mengambil pelajaran tentang kebesaran dan kekuasaan Allah. Tulisan ini juga mengingatkan kita agar tidak hanya melihat sesuatu dari luarnya, tetapi mau memperhatikan dan mengambil hikmah dari ciptaan Allah. Namun, beberapa fakta ilmiah dalam tulisan sebaiknya diperiksa kembali sumbernya agar informasi yang disampaikan lebih akurat.

 

SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak – Sekolah Calon Pemimpin yang Berakhlak, Hafiz dan Berprestasi
🌐 Website Pendaftaran Murid Baru:
https://pmb.assyifa.info/?

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

19 + six =

Berita Lainnya