explosion 3080734 1280

Jiwa kepahlawanan sebenarnya akan selalu ada di dalam sejarah peradaban manusia, karena manusia adalah objek dari jiwa jiwa kepahlawanan itu sendiri. Dan sejarahpun mencatat para pahlawan hadir disaat situasi sulit dalam kehidupan manusia. Begitu juga dengan bangsa kita Indonesia, sejarahpun mencatat pertempuran yang terjadi pada saat 10 November 1945. Pertempuran ini terjadi ada upaya inggris untuk merebut kembali kemerdekaan yang sudah digapai oleh rakyat Indonesia. Dan pasukan inggris tersebut menginginkan Indonesia menyerah dan menjadi negara jajahan kembali Hindia Belanda. Jiwa kepahlawanan itu hadir didalam kondisi sulit dan negara membutuhkan rakyatnya untuk mempertahankan kemerdekaan negerinya. Karena pahlawan sejatinya adalah cara mereka mengekspresikan nilai nilai yang harus dibangun dalam konteks hak asasi manusia tidak ada lagi penjajahan di dunia dan harus segera dihapuskan, karena mereka yakin karya sejarah yang diberikan berupa kemerdekaan ini menjadi suatu karya bagi generasi penerusnya untuk membawa negeri ini kearah yang lebih baik.

Dan kita diingatkan dalam sejarah serial kepahlawanan, mereka meraih apa yang menjadi cita cita luhurnya tidak dengan jalan yang mulus tapi mereka mempunyai keyakinan tidak ada yang namanya kegagalan. Kesulitan adalah rintangan yang diciptakan sejarah dalam perjalanan menuju kepahlawanan. Karena peluang kegagalan akan sama dengan peluang keberhasilan apa yang ingin dicapai. Maka sejarah itu tercatat bagi mereka yang mempunyai jiwa dan naluri kepahlawanan. Kita menyebutnya para pahlawan itu adalah orang orang besar. Merangsang dirinya untuk merespon tantangan tantangan kehidupan yang berat, maka buah dari tantangan tersebut ada sebuah jawaban dari respon yang ada lalu lahirlah sebuah pekerjaan pekerjaan besar.

Salah satu tantangan terbesar Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah adalah ketika harus diboikot oleh orang orang Quraisy ketika dakwah dikalangan bangsa Arab ini tersebar secara massif, lalu di uji oleh Allah SWT dengan wafatnya istri tercintanya Siti Khodijah sebagai penopang dakwah dari segi ekonomi serta dengan waktu yang dekat wafat pula pamannya Abu Thalib sebagai penopang politik pembela sejati Rasulullah SAW, Kita lihat, dari Ujian yang diberikan oleh Allah SWT beriringan pula dengan jawaban jawaban ilahi untuk memperkuat dan menopang dakwah Rasulullah SAW hanya kepada Allah SWT bersamaan itulah ada perintah tentang shalat, syariatnya tidak diturunkan oleh Allah SWT tapi Rasulullah SAW sendiri yang naik ke ”langit” untuk menerima syariat tentang sholat tersebut, bahkan Rasulullah SAW bertemu dengan para Nabi Nabi sebelumnya juga diperlihatkan syurga dan neraka. Ini menjadi penguat dan hiburan untuk Rasul dari Allah SWT. Kisah ini menguatkan kita bahwa suatu proses untuk menggapai cita cita adakalanya menghadapi suatu kesulitan, Naluri kepahlawanan Rasulullah SAW jelas sudah terbina sejak beliau muda karena sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul, Beliau sudah hadir dalam setiap permasalahan pelik dimasyarakat dan beliau bagian dari sejarah bangsa arab. Tidak ada kesedihan berkepanjangan dan tidak ada kata kegagalan karena kegagalan adalah perkara tekhnis bagi para pahlawan. Karena mimpi dan cita cita Rasulullah SAW bagaimana dakwah islam ini bisa tersebar ke seluruh dunia.

Akan tetapi situasi dan kondisi saat ini menjadi sebuah ironi dari makna kepahlawanan itu sendiri, Makna dari arti pahlawan hanya menjadi suatu rangkaian simbolis suatu perayaan dalam peringatan tapi seolah olah melupakan jasa para pahlawan yang pernah ada dalam sejarah manusia, bahkan sejarah bangsa ini. Dunia ini membutuhkan pahlawan, Negeri ini pun membutuhkan pahlawan. Bakat kepahlawanan sebenarnya ada di dalam setiap diri manusia, manusia membutuhkan lingkungan dan momentum untuk mengakomodir bakatnya, Dan betapa banyak orang yang hidup ditengah lingkungan dan momentum sejarah yang memungkinkannya menjadi pahlawan, tetapi mereka tidak juga menjadi pahlawan. Karena memang mereka tidak berbakat dan tidak mengambil momentum tersebut. Kepahlawanan pula merupakan perpaduan antara bakat, ruang, waktu dan situasi adalah faktor utama yang mengantarkan seseorang kepada dunia kepahlawanan. Maka sebuah ironi dari kepahlawanan itu sendiri apabila manusia pada saat ini tidak menjadikan bakat alami dirinya menjadi seorang pahlawan, maka akan banyak pahlawan disekitar kita karena mereka akan melahirkan suatu maha karyanya di dalam kehidupan manusia

Maka salah satu peran Pendidikan saat ini adalah bagaimana menyiapkan para pahlawan yang akan berperan dalam setiap perubahan dan kemajuan bagi peradaban dunia ataupun suatu bangsa. Bersama membentuk masa depan yang berguna bagi semua nya, melalui nilai nilai kepahlawan karena manusia akan selalu menjadi pelaku utama perubahan dan kemajuan yang ada.

Leave a Comment