Beranda » Blog » Michael Faraday | Dari Tukang Jilid Jadi Penemu Listrik

Michael Faraday | Dari Tukang Jilid Jadi Penemu Listrik

Perjalanan Seorang Anak Muda Menuju Sejarah Besar Dalam Dunia Science

Ini adalah kisah Bagaimana perjalanan seorang anak muda biasa dan pertemuannya dengan seorang ilmuwan terkenal dapat menuntunnya mengukir salah satu sejarah terbesar dalam dunia science

Mulai dari Perbukitan Terpencil ke London

Diawali dari daerah perbukitan terpencil di Inggris, keluarga Faraday akhirnya mencari peruntungan ke London. Namun, seperti diabaikan oleh dunia, kondisi mereka tidak semakin membaik.

Krisis Kesehatan dan Pangan

Kesehatan Ayo Faraday yang memburuk dan terjadinya krisis pangan memaksa mereka untuk terus bertahan hidup hanya dengan satu papan roti per orang dalam seminggunya. Karena ketidakmampuan Faraday menembus sekolah, akhirnya ia pun harus ikut bekerja untuk membantu keluarganya. Di umur 14 tahun, Faraday bekerja sebagai kurir koran di toko buku milik George Tribal.

Sentuhan Pertama dengan Buku

Melihat kegigihannya, Faraday kemudian dijadikan sebagai tukang silit buku. Di sinilah pertama kalinya Faraday bersentuhan dengan buku-buku. Sayang, lembaran pertama yang ia buka saat itu menuntunnya ke lembaran-lembaran baru dalam hidupnya. Bagaikan anak kecil ketika pertama kali mendapat mainan, Faraday tidak bisa melepas matanya dari rangkaian tulisan dan rumusan dalam buku Ensiklopedia Britanica. Ilmu kelistrikan yang dibacanya menghidupkan jutaan sel yang selama ini mati di dalam otaknya. Selain itu, Faraday juga suka bercakap-cakap dengan buku kimianya. Salah satu sosok yang paling dia idolakan adalah zenmatho, seorang penulis dalam buku “Conversation in Chemistry”.

Mengasah Kemampuan Menulis dan Bicara di City Filosofil Society

Pada tahun 1810, Faraday mengakhiri pekerjaannya di toko buku. Ia masuk ke sebuah komunitas pengembangan diri untuk anak muda bernama City Filosofil Society. Disana, ia mengasah kemampuan menulisnya dan berlatih bicara di depan publik. Faraday muda juga suka melakukan eksperimen-eksperimen kecil, seperti menggesekan objek untuk menarik jerami dengan listrik statis. Keinginan untuk bereksperimen terus bergejolak, sampai pada akhirnya ia berhasil mendapatkan laboratorium pertamanya, hasil pemberian dari George, yaitu mantan bosnya sendiri.

Bergabung dengan Royal Institution

Saat itu di London ada sebuah komunitas sains paling bergengsi bernama Royal Institution. Anggotanya adalah orang-orang kelas atas. Faraday ingin sekali bergabung ke dalamnya. Namun, surat permohonannya ditolak oleh ketua komunitas tersebut. Hal inilah yang membuatnya menjadi putus asa. Tapi tidak lama kemudian, keajaiban muncul. Ketika salah satu pelanggan toko buku melihat buku catatan Faraday yang sangat rapi, buku catatan itu diberikan kepada ayahnya William Dance, seorang anggota Royal Institution. Ia takjub melihat buku tersebut.

Peluang Baru Bersama Humphry Davy

Faraday akhirnya diberi tiket untuk menghadiri kuliah home free dari Humphry Davy, seorang kimiawan muda terkenal pada abad ke-19. Faraday kembali bersemangat dan terus melanjutkan pembelajarannya. Ia menghadiri kuliah Davy pada tahun 1812 dengan sangat antusias, ia mencatat apa yang ia lihat dan apa yang ia dengar. Beberapa hari kemudian, Faraday meminta posisi untuk kerja di Royal Institution. Tetapi sekali lagi, tidak digubris. Hingga sebuah kejadian tak terduga membuka kesempatan baru baginya. Humphry Davy mengalami kecelakaan yang hampir menghilangkan penglihatannya. Mungkin atas rekomendasi William Dance, Faraday diangkat menjadi sekretaris Davy.

Karir Faraday sebagai Seorang Saintis

Tidak puas menjadikan Faraday sekretarisnya, Davy juga menawarkan Faraday sebagai asisten laboratoriumnya. Di sinilah karir Faraday sebagai seorang saintis benar-benar akan dimulai. Dari Davy, Faraday belajar banyak hal tentang kimia selama 8 tahun lamanya. Faraday berguru di bawah bimbingan Davy hingga akhirnya ia berhasil menjadi seorang scientist independen pada tahun 1822. Faraday menemukan senyawa karbon yang dapat berikatan dengan Klorin. Inilah titik permulaan Faraday mengukir sejarah penemuannya dalam bidang kimia dan juga fisika.

Hasil dan Warisan

Selama hampir 50 tahun, Faraday bereksperimen dan berkontribusi pada science. Ia meninggal pada 25 Agustus tahun 1867 saat sedang duduk diam di ruang kerjanya. Mungkin kita tidak sadar bahwa penemuannya ternyata kita praktikan setiap hari.

Mungkin kita juga tidak sadar, seperti Faraday, bahwa hal-hal kecil yang kita lakukan dapat berdampak besar bagi diri kita sendiri dan orang lain. Tidak hanya penemuannya, kita juga perlu memperhatikan segala kegigihan, ketekunan, dan rasa haus akan ilmu pengetahuan yang diterapkan oleh Faraday sepanjang hidupnya.

Kita semua percaya bahwa mimpi apapun yang ingin kita capai bisa dimulai dari mana saja kita berada.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

seven − three =

Berita Lainnya

  • Bonding Pegawai SMPIT As-Syifa Boarding School 2025 Satu Hati, Satu Peran, Satu Tujuan

    Bonding Pegawai SMPIT As-Syifa Boarding School 2025 Satu Hati, Satu Peran, Satu Tujuan

    • Jumat, 26 September 2025

    Subang, 24–25 September 2025 – SMPIT As-Syifa Boarding School menyelenggarakan kegiatan Bonding Pegawai di kawasan wisata Nimo, Ciater. Acara ini mengusung tema “Satu Hati, Satu Peran, Satu Tujuan”, dengan tujuan mempererat ukhuwah, meningkatkan kekompakan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan seluruh pegawai. Bonding ini menjadi momentum penting bagi para guru, Ustadz-Ustadzah dan staff tenaga kependidikan untuk menguatkan […]

    Selengkapnya »
  • Prestasi Membanggakan! Hamzah Hamizan Wakili Kabupaten di OMI 2025 Bidang IPA

    Prestasi Membanggakan! Hamzah Hamizan Wakili Kabupaten di OMI 2025 Bidang IPA

    • Selasa, 30 September 2025

    Hamzah Hamizan Alfatih, siswa kelas 8 Utsman SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak, berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan lolos ke tingkat provinsi dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Prestasi ini menjadi bukti kerja keras dan dedikasi Hamzah dalam menekuni bidang sains, sekaligus membawa nama baik sekolahnya di tingkat kabupaten. Olimpiade […]

    Selengkapnya »
  • Menuju Generasi Unggul, 50 Siswa SMPIT As-Syifa Jalancagak Ikuti ANBK 2025

    Menuju Generasi Unggul, 50 Siswa SMPIT As-Syifa Jalancagak Ikuti ANBK 2025

    • Selasa, 26 Agustus 2025

    Sebanyak 50 murid SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak mengikuti pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang digelar pada 25–26 Agustus 2025. Kegiatan berlangsung di laboratorium komputer sekolah dengan pengawasan ketat sesuai prosedur yang ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. ANBK bertujuan mengukur kompetensi literasi membaca, numerasi, serta karakter peserta didik sebagai upaya meningkatkan mutu […]

    Selengkapnya »
  • Generasi Emas Subang: Tiga Siswa As-Syifa Wakili Kabupaten di OSN Provinsi

    Generasi Emas Subang: Tiga Siswa As-Syifa Wakili Kabupaten di OSN Provinsi

    • Jumat, 22 Agustus 2025

    Tiga siswa berprestasi dari SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak berhasil melaju ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi. Mereka adalah Muhammad Najdat Al JAbir Ibnu Hayyan(bidang IPS), Salsabila Khoerani (bidang IPS), dan Hamzah Hamizan Alfatih (bidang IPA), yang  mewakili Kabupaten Subang pada ajang bergengsi tersebut Kamis (14/8). Keberhasilan ini diraih setelah ketiganya menorehkan prestasi gemilang […]

    Selengkapnya »
  • Hikmah 1 Muharram dalam Pembentukan Karakter Anak

    Hikmah 1 Muharram dalam Pembentukan Karakter Anak

    • Rabu, 17 Juni 2026

    Menumbuhkan Kesadaran Diri (Self-Awareness) Refleksi yang dilakukan saat memasuki tahun baru membantu anak mengenali perilaku yang perlu diperbaiki. Kesadaran diri merupakan salah satu aspek penting dalam kecerdasan emosional yang berperan dalam keberhasilan akademik maupun sosial. Ketika anak diajak mengevaluasi perilakunya selama satu tahun terakhir, mereka belajar memahami kelebihan dan kekurangan diri secara objektif. 2. Mengembangkan […]

    Selengkapnya »
  • Hasil TKA SMPIT As-Syifa Lampaui Rata-Rata Jawa Barat dan Nasional

    Hasil TKA SMPIT As-Syifa Lampaui Rata-Rata Jawa Barat dan Nasional

    • Sabtu, 30 Mei 2026

    SMPIT As-Syifa kembali menunjukkan capaian akademik yang membanggakan melalui hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA). Berdasarkan data yang diperoleh, rata-rata nilai peserta didik SMPIT As-Syifa berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Barat maupun rata-rata nasional, baik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia maupun Matematika. Prestasi Unggul pada Bahasa Indonesia Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, SMPIT As-Syifa mencatat […]

    Selengkapnya »