Bukan Sekedar Membaca: Mengapa Literasi Penting untuk Masa Depan?

Oleh : Langit Sayyidina Sastranegara (Anggota Komunitas Literasi Sekolah)
Berapa hebat kita memahami apa yang kita baca? Ini penting kalau kita lihat hasil PISA 2022 (Programme for International Student Assessment). Di bidang membaca, Indonesia menempati tempat ke‐68 di antara 81 negara. Peringkat ini menegaskan bahwa literasi di Indonesia masih belum memadai dan harus diperhatikan.
Tetapi angka itu tidak cuma soal peringkat. Literasi mengikat kehidupan sehari‐harinya, mulai dari memahami buku dan pelajaran sampai membaca info di internet dan media sosial. Kita tidak cukup hanya membaca, kita harus mengerti, memilih, dan memutuskan apakah info yang kita terima benar atau salah.
Hari Literasi Internasional atau Hari Aksara Internasional dirayakan setiap tanggal 8 September. Hari ini diumumkan oleh UNESCO pada 17 November 1965. Tujuannya adalah untuk mengingatkan semua orang tentang pentingnya literasi bagi manusia, komunitas, dan masyarakat. Setiap tahun, UNESCO mengajak masyarakat dunia untuk terus belajar. Hari Literasi Internasional dirayakan oleh semua negara di dunia.
Hari Literasi Internasional pertama kali dimulai dalam sebuah Konferensi Dunia Menteri Pendidikan untuk Pemberantasan Buta Aksara yang diadakan di Teheran, Iran, pada 8 September 1965. Saat itu, pemerintah Iran mengusulkan agar UNESCO memberikan penghargaan literasi internasional kepada mereka yang berjasa dalam melawan buta huruf. Hari Literasi Nasional atau Hari Literasi Internasional diinisiasi oleh UNESCO. Tujuannya adalah untuk meningkatkan literasi dan menciptakan masyarakat yang lebih melek huruf dan berkelanjutan. Perayaan Hari Literasi Internasional dilakukan setiap tahun di seluruh dunia. Tujuannya adalah untuk mengingatkan masyarakat bahwa literasi adalah bagian dari martabat dan hak asasi manusia. Selain itu, literasi juga menjadi bagian dari agenda untuk membangun masyarakat yang lebih baik.
Sejak pertama kali dirayakan pada 1967, Hari Literasi Internasional selalu diperingati setiap tahun. Literasi tidak hanya sekadar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Saat ini, literasi dianggap sebagai cara untuk mengenali, memahami, menginterpretasikan, menciptakan, dan berkomunikasi dalam dunia yang semakin digital, penuh informasi, dan berubah cepat.
Saat ini, masyarakat menghadapi banyak tantangan dalam meningkatkan literasi. Salah satunya adalah minat baca yang menurun. Banyak orang lebih suka menghabiskan waktu dengan media sosial, menonton video, atau bermain game daripada membaca. Akibatnya, membaca sering dianggap membosankan dan hanya dilakukan ketika benar-benar diperlukan. Selain itu, jumlah informasi yang begitu besar di internet menjadi tantangan tersendiri. Meski kita bisa menemukan banyak informasi dengan mudah, tidak semua dari mereka benar. Jika kita langsung percaya dan menyebarkan informasi tanpa memeriksa kebenarannya, kita bisa menyebarluaskan berita palsu yang menyesatkan.
Untuk mengatasi hal ini, kita bisa memulai dengan kebiasaan kecil. Misalnya, meluangkan waktu setiap hari untuk membaca. Bacaan tidak harus selalu berupa buku. Bisa juga berupa artikel, berita, cerita, atau informasi yang bermanfaat. Selain itu, kita juga perlu terbiasa memeriksa sumber informasi dan membandingkannya dengan sumber lain sebelum mempercayainya atau membagikannya.
Hari Literasi bukan hanya menjadi momen untuk mengingat pentingnya membaca, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kembali semangat literasi di lingkungan sekolah. Dalam hal ini, Komunitas Literasi Sekolah memiliki peran sebagai penggerak utama yang mengajak murid untuk ikut merayakan dan memaknai Hari Literasi melalui berbagai kegiatan.
Kedepannya, diharapkan budaya literasi di SMPIT As-Syifa Boarding School dapat terus berkembang dan melibatkan lebih banyak murid. Kegiatan literasi dapat dibuat semakin beragam dan menarik, sehingga setiap murid dapat menemukan cara membaca dan belajar yang sesuai dengan minat mereka. Selain membaca, kegiatan menulis, berdiskusi, membuat karya, dan berbagi pengetahuan juga dapat terus dikembangkan. Harapannya, budaya literasi yang dibangun di sekolah tidak hanya menghasilkan murid yang gemar membaca, tetapi juga murid yang mampu memahami informasi, berpikir kritis, berani menyampaikan pendapat, dan mengambil pelajaran dari setiap bacaan. Dengan begitu, literasi dapat menjadi salah satu bekal penting bagi murid As-Syifa untuk menghadapi masa depan.
Mengetahui tentang Hari Literasi Internasional bukan hanya tentang mengetahui bahwa setiap tanggal 8 September ada perayaan. Lebih dari itu, hari ini mengingatkan kita bahwa literasi sangat penting dalam kehidupan. Literasi membantu kita memahami informasi, berpikir kritis, dan membuat keputusan yang tepat. Akhirnya, mengetahui Hari Literasi Internasional seharusnya tidak hanya berhenti pada pengetahuan tanggal peringatannya. Momentum ini bisa menjadi kesempatan untuk menyadari bahwa literasi adalah bekal penting untuk masa depan.
Pada akhirnya, literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi tentang bagaimana kita memahami dan menggunakan apa yang kita baca. Hari Literasi Internasional menjadi bahwa perubahan dapat dimulai dari hal sederhana, yaitu membiasakan diri membaca, belajar, dan berpikir kritis.

SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak – Sekolah Calon Pemimpin yang Berakhlak, Hafiz dan Berprestasi
🌐 Website Pendaftaran Murid Baru:
https://pmb.assyifa.info/?

Saat ini belum ada komentar