“Belajar Siklus Air Jadi Lebih Seru! Murid Kelas 7 Tuangkan Pemahaman dalam Karya Visual”
- Senin, 7 September 2026
- Pendidikan SMPIT AS-SYIFA BS JALANCAGAK
- Cetak

Pembelajaran di sekolah tidak selalu harus berlangsung melalui penjelasan materi di dalam buku. Melalui pendekatan yang kreatif dan melibatkan murid secara langsung, materi pembelajaran dapat menjadi lebih menarik sekaligus memberikan pengalaman yang lebih bermakna. Hal tersebut diterapkan dalam pembelajaran materi daur hidrologi atau siklus air pada murid kelas 7 SMPIT As-Syifa.
Kegiatan pembelajaran ini merupakan bagian dari penerapan Kurikulum Merdeka yang mendorong murid untuk lebih aktif dalam proses belajar. Dengan didampingi oleh guru pengampu, Muhammad Iqball, S.Pd., para murid tidak hanya mempelajari konsep daur hidrologi secara teori, tetapi juga menuangkan pemahaman mereka melalui karya visual dan kegiatan presentasi.
Dalam kegiatan tersebut, murid membuat media pembelajaran berupa gambar atau ilustrasi yang menggambarkan proses perjalanan air dalam siklus hidrologi. Berbagai karya yang ditampilkan menunjukkan kreativitas murid dalam menerjemahkan materi yang telah dipelajari ke dalam bentuk visual. Mereka menggambarkan tahapan-tahapan dalam daur air, mulai dari proses penguapan, pembentukan awan, turunnya hujan, hingga air kembali ke permukaan bumi dan mengalami proses berikutnya.
Setelah menyelesaikan karya, murid kemudian diberikan kesempatan untuk menjelaskan hasil pekerjaannya di hadapan guru dan teman-teman. Pada tahap inilah kemampuan public speaking murid ikut dilatih. Mereka belajar menyampaikan informasi secara runtut, menjelaskan konsep yang dipahami, serta menjawab pertanyaan yang mungkin muncul selama proses presentasi.
Kegiatan presentasi juga menjadi kesempatan bagi murid untuk belajar berbicara dengan lebih percaya diri. Mereka tidak hanya dituntut untuk menghasilkan karya yang menarik, tetapi juga harus memahami isi dari karya tersebut agar mampu menjelaskannya dengan baik. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak berhenti pada kegiatan menggambar, tetapi berlanjut pada kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi.
Pembelajaran seperti ini memberikan pengalaman yang berbeda bagi murid. Materi daur hidrologi yang sebelumnya mungkin dipahami sebagai rangkaian istilah dan proses dalam buku pelajaran menjadi lebih mudah dipahami ketika murid mencoba menggambarkannya secara langsung. Mereka dapat melihat hubungan antara satu proses dengan proses lainnya melalui karya yang dibuat sendiri.
Selain meningkatkan pemahaman terhadap materi, kegiatan ini juga melatih kreativitas murid. Setiap kelompok atau murid memiliki cara masing-masing dalam menyajikan gambaran mengenai siklus air. Perbedaan ide, bentuk ilustrasi, maupun cara penyampaian menjadi bagian dari proses belajar yang memberikan ruang bagi murid untuk berekspresi.
Kegiatan tersebut juga memperluas wawasan murid mengenai fenomena alam yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Daur hidrologi bukan sekadar materi dalam pembelajaran IPA, tetapi merupakan proses alam yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Air yang digunakan sehari-hari mengalami perjalanan panjang melalui berbagai proses di alam. Dengan memahami siklus tersebut, murid diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga lingkungan dan sumber daya air.
Di sisi lain, kemampuan berbicara di depan orang lain menjadi keterampilan yang penting untuk terus dikembangkan sejak usia sekolah. Melalui presentasi sederhana, murid belajar menyusun informasi, mengomunikasikan gagasan, dan menyampaikan pendapat dengan percaya diri. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menghadapi berbagai situasi pembelajaran dan kegiatan di masa mendatang.
Pembelajaran daur hidrologi di kelas 7 SMPIT As-Syifa pada akhirnya tidak hanya berfokus pada pencapaian pemahaman akademik. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, dan melatih kemampuan komunikasi murid. Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang memberikan ruang kepada peserta didik untuk lebih aktif, kreatif, dan terlibat dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan yang sederhana tetapi bermakna ini, murid diajak untuk memahami bahwa belajar bukan hanya tentang menerima informasi dari guru, tetapi juga tentang bagaimana mereka mampu mengolah informasi, menciptakan sesuatu, dan membagikan pemahamannya kepada orang lain. Dengan demikian, pembelajaran daur hidrologi menjadi pengalaman yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membantu membentuk murid yang kreatif dan percaya diri.
Oleh : ustad Y.S.Romat

SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak – Sekolah Calon Pemimpin yang Berakhlak, Hafiz dan Berprestasi
🌐 Website Pendaftaran Murid Baru:
https://pmb.assyifa.info/?

Saat ini belum ada komentar