Beranda » Blog » Menanamkan Adab Sebelum Ilmu

Menanamkan Adab Sebelum Ilmu

Oleh: Syaiful Anwar

 

Di zaman ketika informasi begitu mudah diperoleh, anak-anak dapat belajar apa saja hanya dengan membuka buku, internet, atau gawai. Namun, ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan: ilmu yang tinggi harus berjalan bersama adab yang baik.

Sebab, kepandaian tanpa adab dapat melahirkan kesombongan. Ilmu tanpa akhlak dapat membuat seseorang merasa paling benar. Sebaliknya, ilmu yang disertai adab akan melahirkan pribadi yang rendah hati, santun, dan bermanfaat.

Karena itu, dalam pendidikan Islam kita mengenal sebuah prinsip yang sangat indah:

“Adab sebelum ilmu.”

Mengapa Adab Harus Didahulukan?

Adab mengajarkan seorang anak bagaimana bersikap kepada Allah, orang tua, guru, teman, dan sesama manusia.

Anak yang memiliki adab akan memahami bahwa ilmu bukan untuk menyombongkan diri, tetapi untuk diamalkan dan memberikan manfaat.

Allah SWT berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.”
(QS. Al-Qalam: 4)

Ayat tersebut menunjukkan betapa tinggi kedudukan akhlak. Rasulullah ﷺ adalah manusia yang memiliki ilmu sekaligus akhlak yang paling mulia.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Sesungguhnya orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, pendidikan anak tidak cukup hanya membuat mereka pintar membaca, menghitung, menghafal, dan memahami berbagai ilmu. Kita juga perlu membentuk mereka menjadi pribadi yang jujur, santun, rendah hati, disiplin, menghormati guru, menyayangi teman, dan bertanggung jawab.

Kisah Nyata: Ibunda Imam Malik dan Pendidikan Adab

Salah satu kisah yang sangat terkenal dalam tradisi pendidikan Islam adalah kisah Imam Malik bin Anas, seorang ulama besar yang kemudian menjadi imam dalam Mazhab Maliki.

Ketika Imam Malik masih muda dan hendak belajar kepada seorang ulama Madinah bernama Rabi’ah ar-Ra’yi, ibunya tidak hanya menyuruhnya mencari ilmu.

Sang ibu justru berpesan agar Malik terlebih dahulu memperhatikan adab dan akhlak gurunya.

Dalam sejumlah riwayat sejarah tentang Imam Malik disebutkan bahwa ibunya mempersiapkan pakaian Malik untuk menghadiri majelis ilmu dan berpesan agar ia mempelajari adab Rabi’ah sebelum ilmunya.

Pesan sang ibu sangat sederhana, tetapi luar biasa dalam:

Pelajari adabnya sebelum mengambil ilmunya.

Hasilnya?

Imam Malik tumbuh menjadi salah satu ulama besar Islam. Beliau tidak hanya dikenal karena keluasan ilmunya, tetapi juga karena penghormatannya yang tinggi terhadap ilmu dan hadits Rasulullah ﷺ.

Kisah ini memberikan pelajaran bahwa keberhasilan seorang anak tidak hanya dibangun dari banyaknya ilmu yang ia pelajari, tetapi juga dari bagaimana ia bersikap terhadap ilmu tersebut.

Ilmu Tanpa Adab Bisa Menjadi Kesombongan

Semakin banyak seseorang mengetahui sesuatu, seharusnya semakin rendah hati dirinya.

Namun, ilmu terkadang dapat menjadi ujian. Seseorang bisa merasa lebih pintar daripada orang lain, lebih hebat daripada temannya, bahkan merasa tidak membutuhkan nasihat.

Karena itu, anak perlu diajarkan bahwa:

“Semakin berilmu, semakin santun.”

Ketika mendapatkan nilai tinggi, tetap rendah hati.

Ketika menjadi juara, tetap menghargai teman.

Ketika mengetahui sesuatu yang belum diketahui orang lain, jangan merendahkan.

Ketika dikoreksi guru, belajar menerima dengan lapang dada.

Inilah tanda bahwa ilmu mulai memberikan pengaruh yang baik terhadap dirinya.

Bagaimana Orang Tua dan Guru Menanamkan Adab?

Menanamkan adab tidak harus selalu melalui nasihat panjang. Justru adab lebih mudah tumbuh melalui keteladanan dan pembiasaan.

Ajarkan anak untuk:

  • mengucapkan salam ketika bertemu;
  • menghormati dan mendengarkan guru;
  • berbicara dengan sopan;
  • meminta izin;
  • mengucapkan terima kasih;
  • meminta maaf ketika melakukan kesalahan;
  • menjaga kebersihan;
  • menghargai teman;
  • jujur dalam belajar dan ujian;
  • serta mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Yang tidak kalah penting, orang tua dan guru harus menjadi contoh.

Sulit meminta anak berbicara lembut jika orang dewasa di sekitarnya sering berbicara kasar.

Sulit meminta anak menghormati guru jika ia melihat orang tua meremehkan gurunya.

Sulit meminta anak jujur jika ia melihat orang dewasa membenarkan kebohongan.

Karena anak belajar bukan hanya dari apa yang kita katakan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat.

Adab di Era Digital

Di zaman sekarang, adab juga harus diterapkan di dunia digital.

Anak perlu memahami bahwa sopan santun tidak hanya berlaku ketika bertemu secara langsung.

Ketika berkomentar di media sosial, tetap harus beradab.

Ketika mengirim pesan kepada guru, tetap harus menggunakan bahasa yang baik.

Ketika berbeda pendapat, tidak boleh menghina.

Ketika mendapatkan informasi, tidak boleh langsung menyebarkannya tanpa memastikan kebenarannya.

Dan ketika menggunakan teknologi untuk belajar, kejujuran tetap harus dijaga.

Adab tidak mengenal batas antara dunia nyata dan dunia digital.

Di mana pun kita berada, seorang Muslim tetap membawa akhlaknya.

Hikmah yang Dapat Kita Ambil

Kisah Imam Malik mengajarkan kepada kita bahwa pendidikan yang baik dimulai dari pembentukan karakter.

Anak yang memiliki banyak ilmu tetapi tidak memiliki adab akan mudah menggunakan ilmunya untuk kepentingan diri sendiri.

Namun anak yang memiliki ilmu sekaligus adab akan lebih mampu menjadikan ilmunya sebagai jalan kebaikan.

Maka, jangan hanya bertanya:

“Sudah berapa banyak ilmu yang dipelajari anak kita?”

Tetapi tanyakan juga:

“Sudahkah ilmu itu membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik?”

Karena tujuan pendidikan bukan hanya agar anak tahu banyak hal, tetapi agar ia menjadi manusia yang baik dan bermanfaat.

Penutup

Di sekolah, kita tentu berharap siswa memiliki prestasi yang baik. Di rumah, orang tua tentu berharap anak-anaknya sukses.

Namun, jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar prestasi hingga lupa menanamkan adab.

Ajarkan mereka untuk mengejar ilmu, tetapi jangan lupa mengajarkan kerendahan hati.

Dorong mereka untuk menjadi juara, tetapi tetap ajarkan kejujuran.

Dukung mereka untuk meraih cita-cita, tetapi bekali mereka dengan iman dan akhlak.

Sebab ilmu akan menjadi indah ketika dihiasi adab.

Prestasi akan menjadi berkah ketika diraih dengan kejujuran.

Dan kecerdasan akan menjadi manfaat ketika digunakan untuk kebaikan.

Mari kita bersama-sama membangun generasi yang bukan hanya cerdas pikirannya, tetapi juga santun perilakunya; bukan hanya tinggi ilmunya, tetapi juga mulia akhlaknya.

Adab sebelum ilmu, ilmu untuk diamalkan, dan amal untuk mencari ridha Allah SWT.

Semoga Allah SWT menjadikan anak-anak kita generasi yang berilmu, beradab, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat.

Wallahu a’lam bish-shawab.

 

SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak – Sekolah Calon Pemimpin yang Berakhlak, Hafiz dan Berprestasi
🌐 Website Pendaftaran Murid Baru:
https://pmb.assyifa.info/?

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

5 × one =

Berita Lainnya

  • Champ (Cheerful Assyifa Camp)

    Champ (Cheerful Assyifa Camp)

    • Rabu, 17 Desember 2025

    Assalamu’alaikum…. Liburan telah tiba! Daripada bosan di rumah, mending ikutan Champ (Cheerful Assyifa Camp), yuk ! Rasakan serunya belajar sambil berinteraksi langsung dalam bahasa Inggris setiap hari! Apa aja yang didapat? 🗣 Belajar intensif dari tutor berpengalaman 🏠 Tinggal di camp/asrama bersama teman baru 🎭 Aktivitas seru (Games, Public Speaking Workshop, Storytelling & Stage Performance, […]

    Selengkapnya »
  • Menuju Juara: Tim SMPIT As-Syifa Masuk 5 Besar dengan Inovasi Tempat Sampah Pintar

    Menuju Juara: Tim SMPIT As-Syifa Masuk 5 Besar dengan Inovasi Tempat Sampah Pintar

    • Jumat, 29 Agustus 2025

    Tiga murid kreatif tim SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak berhasil maju ke 5 besar Subang Innovation Festival 2025 yang digelar oleh Pemda BP4D Kabupaten Subang! Lewat karya inovatif berjudul “Implementasi Sensor HC-SR04 dan SPB266 pada Tempat Sampah Pintar dengan Fitur Penutup Otomatis dan Peringatan Penuh via Telegram”, tiga murid berbakat — Satrio Alun Segoro, Fahreza […]

    Selengkapnya »
  • Prestasi Membanggakan! Hamzah Hamizan Wakili Kabupaten di OMI 2025 Bidang IPA

    Prestasi Membanggakan! Hamzah Hamizan Wakili Kabupaten di OMI 2025 Bidang IPA

    • Selasa, 30 September 2025

    Hamzah Hamizan Alfatih, siswa kelas 8 Utsman SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak, berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan lolos ke tingkat provinsi dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Prestasi ini menjadi bukti kerja keras dan dedikasi Hamzah dalam menekuni bidang sains, sekaligus membawa nama baik sekolahnya di tingkat kabupaten. Olimpiade […]

    Selengkapnya »
  • The Truth About Gender Ratio

    The Truth About Gender Ratio

    • Rabu, 15 Mei 2024

    The Truth About Gender Ratio: More Men or Women? Frequently, we hear people say that there are more females than males, or vice versa. But if we think about it, which one is actually true? Shortly, based on the U.N research in 2015, there are actually more men than women where there are 101 men […]

    Selengkapnya »
  • Gali Potensi, Bangun Karakter! Beginilah Semarak Demo Ekskul di As-Syifa Jalancagak

    Gali Potensi, Bangun Karakter! Beginilah Semarak Demo Ekskul di As-Syifa Jalancagak

    • Selasa, 29 Juli 2025

    Suasana semarak memenuhi lingkungan SMPIT As-Syifa Jalancagak putra maupun putri saat kegiatan Demo Ekstrakurikuler digelar pada Sabtu (26/7). Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan berbagai pilihan ekstrakurikuler kepada seluruh siswa, khususnya siswa baru, agar dapat memilih kegiatan pengembangan diri sesuai minat dan bakat mereka. Kepala SMPIT As-Syifa Jalancagak Ustadz Firman Sistiawan, S.Pd. dalam sambutannya di acara demo […]

    Selengkapnya »
  • Berkah Qur’an! Guru Tahfidz As-Syifa Jalancagak Lulus Uji Mutqin 30 Juz

    Berkah Qur’an! Guru Tahfidz As-Syifa Jalancagak Lulus Uji Mutqin 30 Juz

    • Sabtu, 23 Agustus 2025

    Dua guru tahfidz dari SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak, Ustadzah Nurmayanti, Al Hafidzah dan Ustadz Muhammad Syaifuddin, Al Hafidz, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lulus Uji Mutqin 30 Juz hafalan Al-Qur’an. Uji mutqin ini merupakan tahapan penting yang menguji ketepatan, kelancaran, dan keteguhan hafalan para penghafal Al-Qur’an. Keberhasilan ini menjadi bukti dedikasi dan komitmen mereka […]

    Selengkapnya »