News

Santri: Ustadz, Apakah Abdullah Ayahanda Nabi Muhammad SAW Masuk Surga?

Bidang Kepesantrenan SMPIT As-Syifa Borading School Jalancagak kembali menggelar Taklim Rutin mengenai Siroh (sejarah) Nabi Muhammada SAW. Kegiatan Taklim dilaksanakan di masjid Ad-Dhuha, Selasa (15/09/2020) dengan menerapkan protokol kesehatan.

Taklim yang diisi oleh Ustadz Abdul Maksum Lc. tersebut membahas tentang bagaimana nasab Nabi Muhammad SAW. Termasuk di antaranya membahas siapakah ibu dan ayahanda Nabi Muhammad SAW. Dalam Taklim itu Ustadz Maksum menjelaskan tentang kehebatan Abdullah, ayahanda Nabi Muhammad SAW.

“Abdullah, ayahanda Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang tampan lagi dikagumi,” ujar Ustadz Maksum.

“Abdullah wafat di Madinah dalam perjalanan pulang dari perdagangannya karena sakit keras. Ia meninggalkan Aminah istrinya yang sedang mengandung Nabi Muhammad SAW,” lanjutnya.

Dalam kegiatan taklim tersebut Ustadz Maksum juga menjelaskan bahwa sepeninggal Abdullah, Nabi Muhammad SAW diasuh oleh kakeknya, serta seorang budak yang ditinggalkan ayahandanya bernama Ummu Aiman.

Di akhir sesi Taklim, Ustadz Maksum mempersilakan santri untuk bertanya. Ada seorang santri yang bertanya.
“Ustadz, apakah Abdullah, ayahanda Nabi masuk surga?”

Pertanyaan ini kemudian menjadi daya tarik santri lainnya untuk mendengarkan jawaban ustadz. Menurut Ustadz Maksum, ada perbedaan pendapat mengenai jawaban dari pertanyaan ini.

“Ada sebuah dalil yang menjelaskan, jika pada suatu kaum tidak diutus rasul, atau dakwah rasul belum menyentuh kaum tersebut, maka mereka bisa masuk surga, karena mereka tidak tahu risalah yang dibawa rasul,” jawabnya.

“Begitupula, dengan Abdullah, saat Abdullah hidup, Nabi Muhammad kan belum ada, sedang dalam masa itu, terjadi kekosongan kenabian sejak Nabi Isa AS diangkat ke langit, yaitu 600-an tahun lamanya. Sehingga bisa dikatakan bahwa Abdullah masuk surga, karena belum ada rasul yang diutus ke tengah-tengah mereka,” jelas Ustadz Maksum.

Namun, menurut Ustadz Maksum, ada juga suatu riwayat menjelaskan, bahwa suatu hari seorang sahabat berziarah ke makam ayahnya. Lalu dia bertanya kepada Nabi, apakah ayahnya masuk surga. Lalu Nabi Muhammad SAW menjawab, ayahmu dan ayahku masuk neraka.

“Dalam riwayat ini pun terjadi perbedaan pendapat, sebab ulama mengatakan kata ‘ayah’ dalam ucapan Nabi bukanlah Abdullah, melainkan Abu Thalib. Sebab pada zaman itu sudah ada Rasul yaitu Muhammad SAW, tapi Abu Thalib tidak mau beriman,” jelasnya lagi.

“Tapi yang paling penting untuk kita tanamkan adalah, kita tidak usah memikirkan surga dan neraka orang lain, sebab itu adalah hak dan kehendak Allah SWT, yang harus kita pikirkan apakah kita sudah yakin bisa mendapat surga atau belum, sudah pantas menjadi ahli surga atau belum? jadi kita harus fokus pada perbaikan diri kita sendiri untuk meraih surganya Allah,” tutup Ustadz Maksum. []

Mari ayah bunda sudah saatnya kita memilih sekolah terbaik bagi putra putri kita agar kelak menjadi anak-anak yang scerdas, bertakwa dan berkarakter pemimpin. Assyifa boarding School Jalancagak Subang saat ini membuka penerimaan murid baru untuk tahun ajaran 2020-2021. Silahkan ayah bunda mengambil kesempatan emas ini yang tidak akan datang untuk kedua kalinya. Silahkan ayah bunda bisa mendaftar melalui tombol di bawah ini:

Daftar SMPIT As-Syifa Jalancagak

Leave a comment