
BANDUNG – Prestasi membanggakan di bidang teknologi terapan kembali ditorehkan oleh siswa-siswa SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak. Empat inovator muda delegasi sekolah sukses menyabet Medali Perak dalam ajang kompetisi bergengsi Indonesia Student Research Competition (ISRC) 2026 yang diselenggarakan pada tanggal 17 hingga 19 April 2026 bertempat di Hotel De Java, Bandung.
Keempat siswa berprestasi yang berhasil mengharumkan nama sekolah tersebut adalah:
Satrio Alun Segoro (Kelas 8 Utsman)
Arai Putra Mustakim (Kelas 8 Abubakar)
Muhammad Aqeel Nuruzzaman (Kelas 8 Abubakar)
Fatihul Khairi Hiroshi Narindra (Kelas 8 Ali)
Medali perak ini diraih berkat karya inovatif mereka yang berjudul “Implementasi Sistem Tempat Sampah Pintar Berbasis ESP8266 dengan Sensor Ultrasonik HC-SR04 untuk Pemantauan Kapasitas, Pemilahan Sampah, dan Notifikasi Telegram”.
Karya ini merupakan sebuah solusi cerdas berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mengoptimalkan pengelolaan tata ruang dan kebersihan. Alat ciptaan keempat siswa kelas 8 ini tidak hanya mampu melakukan pemilahan sampah, tetapi juga dilengkapi dengan sensor ultrasonik yang mendeteksi kapasitas ruang dalam tempat sampah. Menariknya, sistem ini terintegrasi langsung dengan ponsel pintar, di mana alat akan secara otomatis mengirimkan pesan notifikasi melalui aplikasi Telegram kepada petugas kebersihan ketika tempat sampah sudah penuh dan siap untuk diangkut.
Keberhasilan di ajang ISRC 2026 ini membuktikan bahwa para santri SMPIT As-Syifa Jalancagak memiliki daya saing tinggi, pemikiran yang kritis, dan kepekaan terhadap isu lingkungan yang diwujudkan melalui kemajuan teknologi.
Selamat kepada Satrio, Arai, Aqeel, dan Fatihul atas medali perak yang diraih! Semoga pencapaian luar biasa ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh siswa lainnya untuk terus berani berinovasi, berkarya, dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Leave a Comment